Asuhan Keperawatan pada Pasien Thypoid

Hadi M Assegaf
0

 Cerdas-yes!!- Tipes atau demam tipoid merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri salmonella thypi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi, penyakit yang banyak terjadi di negara negara berkembang dan dialami oleh anak anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak di tangani dengan baik dan secepatnya.

Ilustrasi: Pasien Thypus


A. Pengertian

Demam typoid sering disebut juga dengan typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan yang berpotensi menjadi penyakit multisistemik yang disebabkan oleh salmonella typhi (Muttaqin, 2012)

B. Pengkajian Data

  1. Data Subjektif (DS)
    Demam Intermitten (suhu tubuh turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari), Nyeri kepala, Pusing, Nyeri otot, Anoreksia, Mual, Muntah, Obstipasi/diare, Perasaan tidak enak pada perut, Batuk, Epistaksis

  2. Data Objektif (DO)
    Hipertemia, Membran mukosa pucat,Kulit merah dan terasa hangat ,Frekuensi jantung meningkat > 20% dalam keadaan istirahat

C. Masalah  Keperawatan
  1. Hipertermia: Masalah ini di tegakkan bila ada data suhu tubuh di atas nilai normal, kulit merah, kejang, takikardi, takipnea, kulit terasa hangat

  2. Nyeri akut : Masalah ini di tegakkan bila ada
    Data Subjektif :  mengeluh nyeri              
    Data objektif : tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, frekuensi nadi meningkat, sulit tidur, tekanan darah meningkat,  pola napas berubaah, nafsu makan berubah

  3. Hipovolemia : Masalah ini di tegakkan bila ada data
    Data subjektif : merasa lemah, mengeluh  haus
    Data objektif : frekuensi nadi meningkat, nadi terasa lemah, tekanan darah menurun, tekanan 
    nadi menyempit, turgor kulit menurun, distensi vena jugularis, terdengar suara tambahan napas

  4. Risiko ketidak seimbangan cairan Masalah ini di tegakkan bila ada faktor risiko seperti adanya peradangan

  5. Risiko defisit nutrisi Masalah ini di tegakkan ada faktor risiko seperti ketidakmampuan menelan makanan
D. Perencanaan Keperawatan
  1. Hipertermia
    a. Manajemen hiperthermia
    b. Pemantauan cairan
    c. Edukasi analgesia terkontrol
    d. Edukasi Dehidrasi 
    e. Edukasi pengukuran suhu tubuh
    f. Manajemen cairan

  2. Nyeri akut
    a. Manajemen  Nyeri 
    b. Pemberian analgesik 
    c. Edukasi manajemen nyeri
    e. Edukasi teknik napas
    f. Latihan pernapasan 

  3. Hipovolemia
    a. Manajemen hipovolemia
    b. Manajemen syok hipovolemia
    c. Dukungan kepatuhan program pengobatan
    d. Insersi intravena
    e. Pemantauan cairan 

  4. Risiko ketidakseimbangan cairan
    a. Manajemen cairan
    b. Pemantauan cairan
    c. Insersi intravena
    d. Pemantauan tanda vital
    e. Pemantauan elektrolit 

  5. Risiko defisit nutrisi
    a. Manajemen makan
    b. Manajemen nutrisi
    c. Edukasi sanitasi makanan
E. Evaluasi
  1. Termoregulasi membaik
  2. Tingkat nyeri menurun
  3. Status cairan membaik
  4. Status nutrisi membaik
  5. Edukasi pada pasien typoid
    a. Edukasi proses penyakit: edukasi ini diberikan jika pasien menanyakan tentang penyakitnya
    b. Edukasi mengatasi demam typoid: edukasi ini diberikan jika pasien typoid mengalami demam
    c. Edukasi sanitasi makanan: edukasi ini diberikan jika terdapat perilaku makan yang tidak sehat
    d. Edukasi aktivitas/istirahat: edukasi ini diberikan jika terdapat keluhan masalah istirahat dan tidur
    e. Kepatuhan progam pengobatan: edukasi ini diberikan jika terdapat data ketidakpatuhan program pengobatan
Sumber:

Kemenkes RI, 2022 . Tipus. [Online] Available at: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1376/tipus#:~:text=Tipes%20atau%20demam%20tifoid%20adalah,dan%20minuman%20yang%20telah%20terontaminasi. [Accessed 20 Februari 2023].

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.). Jakarta DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed.). Jakarta:DPP PPNI.

PPN I (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed.) Jakarta: DPP PPNI


Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)