Konsep Dasar Keperawatan Anak

Hadi M Assegaf
0


Cerdas-yes!!- Keperawatan anak adalah spesialisasi dalam dunia pelayanan kesehatan yang menitikberatkan pada perawatan anak-anak mulai dari bayi hingga remaja. Bidang ini memerlukan pemahaman mendalam tentang perkembangan fisik, emosional, dan psikologis anak-anak agar pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.


"Ilustrasi: Keperawatan Anak"


Konsep Keperawatan Anak


1. Pengertian

Keperawatan anak merupakan suatu bidang keperawatan khusus yang menitikberatkan pada pelayanan kesehatan anak mulai dari bayi hingga remaja. Sistem keperawatan anak sering kali mengintegrasikan pendekatan keluarga (family-centered care), atraumatik care (pengegahan terhadap trauma), dan manajemen kasus untuk memberikan perawatan yang holistik dan efektif.


a. Family-Centered Care (FCC) atau Pelayanan Berpusat pada Keluarga: 


Perawatan yang berpusat pada keluarga mengakui peran dan keberadaan keluarga sebagai konstanta yang penting dalam kehidupan anak. Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara tim kesehatan dan keluarga untuk memberikan perawatan yang holistik dan efektif

 

b. Atraumatik Care atau Perawatan Atraumatik: 


Individu perlu memiliki kemampuan memberikan perawatan keperawatan yang terapeutik, dengan melibatkan intervensi untuk mengurangi pengalaman tidak menyenangkan pada anak dan keluarganya di lingkungan pelayanan kesehatan. Beberapa peristiwa yang sering menyebabkan trauma pada anak termasuk kecemasan, ketakutan, dan marah. Prinsip-prinsip penting yang harus diperhatikan meliputi:


1.  Mencegah Perpisahan dari Keluarga:

   - Mengurangi dampak emosional anak selama hospitalisasi.

   - Memberikan dukungan untuk menjaga keterlibatan keluarga selama perawatan.


2.  Maksimalkan Kemampuan Orangtua:

   - Memberdayakan orangtua untuk berpartisipasi dalam perawatan anak.

   - Memberikan edukasi dan dukungan agar orangtua dapat mengontrol keadaan anak.


3.  Mengurangi Cidera dan Nyeri:

   - Menyediakan perawatan yang dapat mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan anak.

   - Memperhatikan dampak psikologis dari prosedur medis.


4.  Hindari Kekerasan terhadap Anak:

   - Menjauhi tindakan kekerasan atau perlakuan yang dapat merugikan anak.

   - Menjunjung tinggi prinsip keamanan dan perlindungan anak.


5.  Modifikasi Lingkungan Fisik:

   - Mengubah lingkungan fisik menjadi lebih menyenangkan dan mendukung anak.

   - Menciptakan suasana yang ramah dan aman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

c. Manajemen Kasus: 


Pengelolaan kasus keperawatan anak mencakup langkah-langkah seperti pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Ini melibatkan upaya menyeluruh dalam memberikan perawatan kepada anak, baik yang mengalami kondisi akut maupun kronis. Perawat bertanggung jawab memberikan pendekatan psikologis, mempersiapkan fisik, memberikan dukungan kepada orang tua, dan menerapkan prinsip pencegahan serta peningkatan kesehatan. Tujuan utamanya adalah mencapai hasil optimal dalam kesehatan dan kesejahteraan anak.

 

2. Tujuan Keperawatan anak

Tujuan keperawatan anak adalah membantu anak mencapai kesehatan yang optimal, baik dalam kondisi sehat maupun sakit, dengan fokus pada tindakan promosi dan pencegahan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 25 Tahun 2014, beberapa tujuan utama untuk meningkatkan kesehatan anak antara lain adalah menjamin kelangsungan hidup anak bayi baru lahir, bayi, dan balita, terutama dengan menurunkan tingkat kematian.  

 

3. Ruang Lingkup Praktek Keperawatan Anak  


Lingkup praktek keperawatan anak mencakup usia neonatus hingga 18 tahun. Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada anak yang sakit, penting untuk berfokus pada kebutuhan dasar anak, yaitu asih (kasih sayang), asah (pengembangan intelektual), dan asuh (perawatan fisik) sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan mereka.

 

1. Kebutuhan Asuh:

- Melibatkan pemenuhan kebutuhan fisik seperti nutrisi, gizi, pencegahan penyakit, pakaian, serta kebersihan dan sanitasi lingkungan yang sehat.


2. Kebutuhan Asih:

- Berkaitan dengan pemberian kasih sayang dari keluarga, khususnya orangtua, untuk mendukung perkembangan psikologis anak.

- Pemenuhan kebutuhan ini dapat meningkatkan hubungan erat (bonding) dan membangun rasa percaya (basic trust) pada anak.


3. Kebutuhan Asah:

- Menyasar pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usia, memperbaiki perkembangan kognitif dan psikososial.

- Memberikan dukungan untuk kemandirian dan kreativitas anak sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangannya.


4. Prinsip Keperawatan Anak


1.  Individualitas Anak:

- Anak bukanlah miniatur orang dewasa. Perawatan harus memperhatikan ciri-ciri unik anak sesuai dengan usia dan pola pertumbuhan dan perkembangannya.


2.  Tujuan Pelayanan Kesehatan:

- Fokus pada peningkatan kematangan atau maturasi anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan biologis, sosial, dan spiritualnya.

- Lingkungan yang baik berperan penting dalam mencapai kematangan anak.


3.  Kebutuhan Anak:

- Anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik secara fisiologis, psikologis, sosial, maupun spiritual.

- Perawatan harus disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap anak.


4.  Orientasi Pencegahan dan Peningkatan Kesehatan:

- Fokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan anak.

- Upaya kuratif atau pengobatan juga menjadi bagian dari perawatan.


5. Kesejahteraan Anak:

- Fokus utama pada kesejahteraan anak, mengharuskan perawat untuk memberikan asuhan yang komprehensif.


6.  Partisipasi Keluarga:

- Melibatkan keluarga dalam perawatan anak, dengan penekanan pada kepentingan dan kesejahteraan anak.


7.  Praktik Kepersatuannya:

- Kontak interaksi perawatan melibatkan keluarga untuk pengkajian, intervensi, dan pencegahan penyakit, dengan memperhatikan aspek legal dan etika.


8.  Fokus Pengetahuan:

- Fokus perawatan pada pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak untuk masa yang akan datang.


Prinsip-prinsip ini membimbing perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dan efektif kepada anak, dengan mempertimbangkan keunikan dan kebutuhan mereka sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangannya.

 

5. Peran Perawatan Anak.

Selain memberikan asuhan keperawatan kepada anak Peran dan fungsi perawat anak mencakup beberapa hal, seperti:

 

1.  Konselor:                         

- Memberikan dukungan psikologis dengan mendengarkan keluhan anak dan keluarga.

- Melibatkan interaksi fisik untuk saling bertukar pikiran dan menyelesaikan masalah kesehatan.


2.  Educator:

- Memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan kepada orang tua.

- Fokus pada pemahaman orang tua tentang penyakit anak, perawatan selama di rumah sakit, dan persiapan perawatan setelah pulang.


3.  Pembuat Keputusan Etik:

- Memperhatikan norma dan hak pasien untuk menghindari risiko merugikan pasien.

- Terlibat dalam perumusan rencana pelayanan kesehatan, serta berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan anak melalui partisipasi dalam kebijakan.


4.  Kolaborator:

- Melakukan koordinasi dan kolaborasi antar disiplin serta dengan tim kesehatan lain.

- Berperan sebagai koordinator pelayanan kesehatan, menjaga kerjasama dengan keluarga, dan melibatkan mereka secara aktif dalam proses perawatan anak.


5.  Peneliti:

- Terlibat dalam penelitian untuk menemukan masalah keperawatan anak.

- Menerapkan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan praktik keperawatan anak.


Perawat anak memiliki peran penting dalam memberikan asuhan komprehensif yang melibatkan aspek fisik, psikologis, dan sosial anak. Dengan melibatkan keluarga, melakukan edukasi, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan, perawat dapat berperan lebih dari sekadar memberikan perawatan fisik kepada anak.

 

Sumber: 


Ningsih, N. F. et al., 2022. Keperawatan Anak. In: Bandung: CV. Media sains indonesia.

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)