Dalam praktik
keperawatan, personal hygiene tidak hanya terbatas pada mandi atau kebersihan
tubuh secara umum. Salah satu aspek yang tidak kalah penting adalah perawatan
gigi dan mulut (oral hygiene), terutama pada pasien yang tidak mampu merawat
dirinya secara mandiri. Pasien yang
dirawat di rumah sakit, khususnya dengan keterbatasan fisik atau penurunan
kesadaran, sering mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rongga mulut.
Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan bakteri, bau mulut, hingga
meningkatkan risiko infeksi.
Perawatan gigi dan mulut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia yang harus diperhatikan dalam asuhan keperawatan. Menurut Hidayat dan Uliyah (2004), personal hygiene termasuk kebutuhan dasar yang berperan penting dalam mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan individu. Oleh karena itu, tindakan oral hygiene tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga menjadi upaya penting dalam menjaga kesehatan, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
.png)
Perawat melakukan oral hygiene pada pasien di rumah sakit
Konsep Dasar Personal Hygiene: Merawat Gigi dan Mulut
Perawatan gigi dan mulut merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan rongga mulut, gigi, gusi, dan lidah agar tetap bersih dan sehat. Tindakan ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien yang sadar dan mampu, maupun dengan bantuan perawat. Pada pasien yang tidak mampu melakukan perawatan diri, tindakan ini harus dilakukan sepenuhnya oleh perawat.
Menurut Potter & Perry
(2010), kebersihan mulut yang tidak terjaga dapat meningkatkan risiko infeksi
sistemik, termasuk gangguan pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, oral
hygiene menjadi bagian penting dalam pencegahan komplikasi pada pasien.
Tujuan
Tujuan perawatan gigi dan mulut dalam keperawatan meliputi:
- Menjaga kebersihan rongga mulut, gigi, dan gusi
- Mengurangi jumlah mikroorganisme
- Mencegah infeksi dan komplikasi kesehatan
- Mengurangi bau mulut
- Meningkatkan kenyamanan pasien
- Membantu meningkatkan nafsu makan
Persiapan Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang perlu
disiapkan antara lain:
- Sikat gigi
- Pasta gigi
- Gelas kumur
- Air matang / air hangat
- Handuk atau alas
- Sarung tangan bersih
- Bengkok / tempat ludah
- Kasa atau kapas
- Pinset (jika diperlukan)
- Cairan antiseptik / mouthwash
Prosedur Tindakan
Tindakan oral
hygiene dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasien, baik pasien sadar maupun
tidak sadar, serta tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pasien selama tindakan
berlangsung.
Langkah-Langkah Tindakan
Pada Pasien Sadar:
- Jelaskan prosedur kepada pasien
- Cuci tangan
- Posisikan pasien duduk atau semi-Fowler
- Siapkan alat di dekat pasien
- Anjurkan pasien menyikat gigi
- Berikan air untuk berkumur
- Keringkan area mulut
- Rapikan pasien dan alat
- Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
- Posisikan pasien miring (lateral)
- Pasang alas di bawah kepala
- Gunakan kasa/kapas yang dibasahi
- Bersihkan gigi, gusi, lidah, dan rongga mulut
- Gunakan cairan antiseptik bila perlu
- Keringkan mulut pasien
- Rapikan pasien dan alat
SOP (Standar Operasional Prosedur)
- Lakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku
- Gunakan teknik aseptik
- Perhatikan kondisi kesadaran pasien
- Hindari aspirasi cairan ke saluran napas
- Lakukan tindakan secara lembut dan hati-hati
- Jaga privasi pasien
- Dokumentasikan tindakan yang telah di lakukan
Kesimpulan
Perawatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari personal hygiene dalam keperawatan yang bertujuan untuk menjaga kebersihan, mencegah infeksi, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Tindakan ini sangat penting terutama bagi pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan kebersihan diri secara mandiri. Oleh karena itu, perawat memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan ini terpenuhi secara optimal.
Daftar Pustaka
- Hidayat, A. A. A., & Uliyah, M. (2004). Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamentals of Nursing.
- Kozier, B., et al. (2012). Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Praktik Keperawatan.
- World Health Organization (WHO). Hygiene in Healthcare Settings.
