Teori Keperawatan Betty Newman

Hadi M Assegaf
0


Cerdas-yes!!- Setelah menjelajahi landasan Teori Keperawatan Sister Callista Roy dalam artikel sebelumnya, kali ini kita akan mengarahkan pandangan pada Teori Keperawatan Betty Newman. Sebagai salah satu konsep yang sangat berpengaruh dalam dunia keperawatan, Teori Newman menawarkan wawasan yang unik dan mendalam mengenai interaksi antara individu dengan lingkungannya dalam konteks perawatan kesehatan.


Seiring dengan perkembangan ilmu keperawatan, pemahaman kita terhadap bagaimana seseorang bereaksi terhadap stres dan perubahan dalam situasi kesehatan semakin berkembang. Teori Keperawatan Betty Newman memberikan pandangan yang kaya dan holistik tentang bagaimana manusia menghadapi tantangan dan stres dalam upaya mempertahankan kesehatan mereka.


Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam konsep-konsep kunci yang dikemukakan oleh Betty Newman, serta bagaimana teori ini memandu praktik keperawatan modern. Kita akan menyelami prinsip-prinsip dasar teori ini, menjelajahi aplikasinya dalam situasi klinis, dan menyelidiki dampaknya terhadap perawatan pasien secara keseluruhan.

"Ilustrasi"Konsep Dasar Keperawatan"

Betty Newman, seorang perawat hebat yang lahir di Ohio pada tahun 1924, mempersembahkan kontribusinya yang luar biasa dalam dunia keperawatan. Terlahir dan dibesarkan dalam keluarga petani sederhana, latar belakang hidupnya membentuk karakternya yang ramah dan mudah berinteraksi. Pada tahun 1957, setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah keperawatan, Newman memulai perjalanan karier sebagai perawat di salah satu rumah sakit di California. Selain itu, ia juga membimbing praktik klinik di University of Southern California, menunjukkan keinginan kuatnya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.


Dengan latar belakang keperawatan jiwa, Betty Newman meraih gelar master keperawatan dari UCLA pada tahun 1966. Ia memasuki dunia pengajaran pada tahun yang sama dan mengkoordinasikan program spesialis konsultasi kesehatan jiwa masyarakat. Meskipun fakultas UCLA tengah sibuk mengimplementasikan teori Johnson, Newman tetap fokus pada pengembangan kerangka kerja untuk menjelaskan peran perawat sebagai konselor, membantu siswa menggambarkan dan merasionalkan tindakan mereka.


Newman tidak hanya terbatas pada lingkup akademis, tetapi juga aktif sebagai guru, konsultan, dan penulis. Ia menjalankan praktek swasta kecil, terlibat dalam konseling pernikahan berlisensi dan keluarga. Dalam benaknya, Newman merancang program pengurangan stres dan bantuan untuk anak-anak dengan retardasi mental, menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat.


Pada tahun 1985, Betty Newman meraih gelar doktor dari Universitas Ohio, menandai pencapaian tertingginya dalam pendidikan. Saat ini, sebagai seorang dosen, penulis, dan konsultan, Newman terus berkontribusi pada perkembangan ilmu keperawatan. Ia juga menjadi konsultan utama dalam pengimplementasian Newman Systems Model, sebuah kerangka konseptual yang menggabungkan keaslian paradigma, mencakup teori sistem, pencegahan, dan konsep keutuhan.


Teori Keperawatan Betty Newman menawarkan pandangan inovatif dengan memadukan beberapa sumber keaslian paradigma. Dalam konsepnya, Newman mengadopsi teori Caplan, Chardin, dan Putt, memberikan fondasi yang kokoh untuk aplikasi lintas disiplin. Fokusnya pada stress dan adaptasi mengarah pada pendekatan perorangan yang holistik, mencakup aspek fisiologis, psikologis, sosiokultural, dan spiritual.


Dengan meyakini bahwa perawat dan klien dapat mengantisipasi stressor, model keperawatan Newman mengajarkan pendekatan individual total. Memperhatikan faktor-faktor klien, respon terhadap stress, dan garis resisten, Newman memberikan landasan kuat untuk pemberian asuhan keperawatan yang efektif dan berfokus pada pemulihan.


1. Uraian Konsep Model Keperawatan Betty Newman


a. Model Keperawatan Newman

Filosofi dasar yang mendasari Model Keperawatan Betty Newman menciptakan landasan yang kokoh bagi pendekatan keperawatan yang berfokus pada keutuhan, berorientasi pada kesehatan, persepsi klien, motivasi, dan sistem perspektif energi dinamis. Dalam model ini, perawat dan klien membentuk hubungan kemitraan untuk mengurangi stresor internal dan eksternal, serta bersama-sama bernegosiasi untuk mencapai tujuan kesehatan optimal, restorasi, dan pertahanan.


Model keperawatan Newman menempatkan keutuhan sebagai elemen sentral, mengakui bahwa pemahaman dan pemenuhan kebutuhan individu adalah kunci untuk mencapai kesehatan secara holistik. Dengan orientasi pada kesehatan, model ini tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada pencegahan dan pemeliharaan kesejahteraan secara menyeluruh.


Dalam perspektifnya terhadap persepsi klien dan motivasi, Model Newman memandang individu sebagai sistem yang dinamis, terus berinteraksi dengan lingkungan untuk mengatasi stresor. Filosofi ini mencerminkan pandangan yang terorganisir secara dinamis, sejalan dengan teori Gestalt, untuk memahami kompleksitas reaksi individu terhadap lingkungan sekitarnya.


Dalam pemodelannya sebagai sistem keperawatan terbuka, model ini memberikan kerangka kerja konseptual yang dapat diterapkan tidak hanya dalam keperawatan, tetapi juga dalam disiplin kesehatan lainnya. Fokus utamanya adalah pada stress, reaksi terhadap stressor, dan intervensi pencegahan, baik pada reaksi yang potensial maupun aktual. Model ini memandang klien sebagai sistem yang terbuka secara menyeluruh dan multidimensional, diwakili oleh lima interaksi variabel, yaitu fisiologis, psikologis, sosiokultural, pengembangan, dan spiritual.


Penting untuk diingat bahwa Model Keperawatan Newman tidak hanya melihat individu sebagai sekumpulan gejala medis, melainkan sebagai entitas yang berinteraksi dengan lingkungannya secara dinamis. Dengan pendekatan ini, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih personal dan holistik.


Dalam keseluruhan konteks, Model Keperawatan Newman menawarkan landasan yang kuat untuk merancang intervensi perawatan yang efektif, mempertahankan kesehatan dan meminimalkan dampak stresor. Artikel ini telah menggambarkan esensi dan prinsip dasar model ini, membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam dan penerapan yang cermat dalam praktik keperawatan sehari-hari.


b. Perspektif Model Keperawatan Newman


1. Sistem Unik Klien: Newman melihat setiap individu atau kelompok sebagai sistem yang unik, dengan karakteristik yang bersumber dari dalam dan luar dirinya, menciptakan identitas yang khas.


2. Klien sebagai Sistem Dinamis: Klien dipandang sebagai sistem yang dinamis, mirip dengan energi yang terus berubah sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.


3. Dampak Stressor pada Kesehatan: Stressor, baik yang diketahui maupun yang tidak, dapat mengganggu keseimbangan kesehatan klien pada berbagai aspek: fisik, psikologis, sosial budaya, perkembangan, dan spiritual.


4. Rentang Respon Normal: Setiap klien memiliki rentang respon normal terhadap lingkungan, dikenal sebagai garis pertahanan normal, yang mencerminkan kemampuan untuk mengatasi stress dari waktu ke waktu.


5. Reaksi terhadap Stressor: Saat pertahanan normal tidak cukup melindungi klien dari stressor, interaksi antara variabel fisiologis, psikologis, sosial budaya, perkembangan, dan spiritual menentukan sifat dan tingkat reaksi terhadap stressor.


6. Sistem Dinamis Kesehatan: Kesehatan, baik dalam keadaan sehat atau sakit, dianggap sebagai sistem dinamis yang terkait erat dengan variabel fisiologis, psikologis, sosial budaya, pengembangan, dan spiritual.


7. Pertahanan Internal dengan Garis Pertahanan: Setiap individu memiliki pertahanan internal, atau garis pertahanan, yang berfungsi untuk menstabilkan dan mengembalikan klien ke keadaan kesehatan yang biasa atau mungkin mencapai keadaan sehat yang optimal.


8. Intervensi Primer: Promosi Kesehatan: Upaya pencegahan primer melalui promosi kesehatan bertujuan mengidentifikasi faktor risiko stress pada klien, mendorong pemeliharaan kesehatan.


9. Intervensi Sekunder: Mengatasi Reaksi terhadap Stress: Pencegahan sekunder terkait dengan menangani reaksi terhadap stress, memberikan intervensi sesuai prioritas, dan pengobatan untuk mengurangi dampak stress.


10. Pencegahan Tersier dan Pemulihan: Pencegahan tersier dimulai setelah tahap pemulihan, membantu klien kembali ke kondisi seperti pada tahap pencegahan primer, menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan optimal.


2. Paradigma Model Keperawatan Newman


a.  Manusia sebagai klien/sistem

Dalam Model Keperawatan Betty Newman, paradigma mendasar menjadikan manusia sebagai klien atau sistem yang unik. Pandangan ini memberikan landasan untuk memahami dan merawat individu, keluarga, kelompok, komunitas, atau permasalahan sosial. Klien dianggap sebagai suatu sistem yang kompleks, dipengaruhi oleh lima bentuk interaksi utama:


1. Fisiologis: Menyangkut struktur tubuh dan fungsi internal.

2. Psikologis: Melibatkan proses kejiwaan dan interaksi dengan lingkungan.

3. Sosial Budaya: Terkait dengan kondisi sosial budaya dan pengaruhnya.

4. Pengembangan: Menyelidiki lamanya proses pengembangan dan aktivitas.

5. Spiritual: Melibatkan kepercayaan spiritual dan pengaruhnya.


Sistem klien dipengaruhi oleh cincin konsentris atau lingkaran, yang mengelilingi struktur dasar atau pusat inti. Pusat inti mencakup faktor kelangsungan hidup dasar, seperti bawaan genetik, kekuatan, dan kelemahan. Mekanisme pelindung pada struktur dasar melibatkan dua komponen utama:


a. Garis Pertahanan Fleksibel (The Flexible Line of Defense): 

Merupakan batas luar sistem klien yang melibatkan pertahanan dan perlawanan terhadap stressor. Ini mencegah invasi stressor dan menjaga agar sistem terbebas dari reaksi yang ditimbulkan oleh stressor.


b. Garis Pertahanan Normal (The Normal Line of Defense): 

Mengelilingi garis pertahanan fleksibel dan melambangkan kesehatan biasa klien. Garis ini adalah standar untuk menilai penyimpangan dari keadaan kesehatan. Reaksi terhadap stressor dapat mempengaruhi kemampuan sistem untuk menahan dampak stressor tambahan. Garis pertahanan normal dinilai sebagai dinamis, mampu beradaptasi dan berubah seiring waktu. Ini menunjukkan tingkat kestabilan dan tingkat kesehatan biasa klien. Garis pertahanan normal dapat mengembang atau menyusut, mencerminkan dinamika respons terhadap perubahan lingkungan.


c. Garis Perlawanan (Resistance Line): 

dalam Model Keperawatan Newman menjadi inti perlindungan bagi struktur dasar klien. Rangkaian garis resisten ini muncul sebagai respons terhadap tekanan lingkungan setelah invasi dari garis pertahanan normal. Fungsi utamanya adalah melindungi integritas sistem klien, mengandung faktor yang diketahui dan tidak diketahui, serta elemen eksternal yang mendukung struktur dasar dan pertahanan normal. Sebagai contoh, aktivasi sel darah putih atau mekanisme sistem kekebalan tubuh dapat dianggap sebagai bagian dari garis resisten


b. Lingkungan


Lingkungan, dalam konsep Model Keperawatan Newman, mencakup semua faktor yang memengaruhi klien atau sistem baik dari dalam maupun dari luar. Terdapat tiga jenis lingkungan yang diidentifikasi oleh model ini:


a. Lingkungan Internal (Internal Environment): 

Lingkungan internal dipengaruhi oleh kekuatan dan batasan internal klien atau sistem. Ini terkait dengan faktor intrapersonal atau stressor dalam model Newman (Newman dan Fawcett, 2011).


b. Lingkungan Eksternal (External Environment): 

Lingkungan eksternal mencakup semua pengaruh atau kekuatan di luar klien atau sistem. Ini berkaitan baik dengan faktor intra maupun ekstra personal atau stressor (Newman dan Fawcett, 2011).


c. Lingkungan yang Diciptakan (Created Environment): 

Lingkungan ini merupakan sistem terbuka tempat pertukaran energi lingkungan, baik internal maupun eksternal. Klien, secara tidak sadar, turut berperan dalam menciptakan lingkungan ini, yang dapat memengaruhi kesehatan klien secara langsung maupun tidak langsung. Kesadaran klien dalam menciptakan lingkungan ini menjadi fokus utama perawatan, dengan penilaian faktor kesehatan secara menyeluruh dan intervensi keperawatan yang sesuai (Newman dan Fawcett, 2011).


Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengenali lingkungan yang diciptakan oleh klien, memberikan intervensi yang tepat, dan menekankan pentingnya hubungan interpersonal dalam mendukung kesehatan klien. Hal ini menjadi landasan bagi praktik keperawatan yang berorientasi pada hasil penelitian dan pengembangan pelayanan yang lebih baik.


Model Keperawatan Newman mengidentifikasi tiga jenis stressor, baik yang berasal dari dalam maupun di luar sistem klien:


a. Intrapersonal Stressor:

Merupakan stressor yang berasal dari lingkungan dalam, menyerang sistem pertahanan klien. Contohnya adalah respon autoimun, di mana tubuh menyerang dirinya sendiri.


b. Interpersonal Stressor:

Stressor ini melibatkan interaksi dengan lingkungan eksternal yang menyerang di luar pertahanan terdekat klien. Misalnya, konflik pemikiran atau variasi komunikasi antar individu dapat menjadi contoh dari jenis stressor ini.


c. Ekstrapersonal Stressors:

Jenis stressor ini melibatkan interaksi dengan lingkungan eksternal yang menyerang di luar pertahanan terjauh klien. Contohnya dapat berupa masalah kebijakan sosial atau kendala finansial yang memengaruhi klien secara tidak langsung (Newman dan Fawcett, 2011).


3. Kesehatan


Konsep kesehatan dan sakit dalam pandangan Neuman menggambarkan kondisi ini sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kesehatan atau sakit dipahami sebagai hasil akhir dari sistem pertahanan yang dimiliki oleh klien. Kesehatan, sebagai suatu keadaan optimal yang dapat dipertahankan, menjadi tujuan utama. Namun, kondisi ini tidak statis, karena dapat berubah akibat perubahan lingkungan atau tekanan dari stressor yang mempengaruhi kesehatan klien.


Kesehatan dalam perspektif Neuman diilustrasikan sebagai energi yang tersedia untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas sistem klien. Kesatuan antara kondisi sehat dan sakit tercermin dalam aliran energi antara klien dan lingkungan. Ketika klien memiliki energi yang lebih besar daripada yang digunakan, maka ia mencapai kondisi sehat. Sebaliknya, jika klien lebih banyak menggunakan energi daripada yang dimilikinya, ia beralih dari kondisi sehat ke sakit, bahkan menuju kemungkinan terburuk, kematian (Newman, dan Fawcett, 2011).


4. Keperawatan

Dalam model keperawatan Neuman, fokus utama perawatan adalah menjaga stabilitas kondisi klien melalui evaluasi yang akurat terhadap dampak atau potensi stresor yang mungkin memengaruhi kesehatan. Perawat berperan penting dalam menciptakan hubungan yang seimbang antara klien, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan, bertujuan mempertahankan kestabilan kesehatan klien (Newman dan Fawcett, 2011).


Pelayanan kesehatan yang diberikan perawat memfokuskan pada tingkat pencegahan primer, yaitu langkah-langkah sebelum terjadinya reaksi terhadap stresor. Pencegahan primer dilakukan untuk melindungi garis pertahanan normal atau fleksibel klien. Tujuan utama pencegahan primer adalah mempromosikan kesehatan klien dengan mencegah stres dan mengurangi faktor risiko, termasuk promosi kesehatan (Newman dan Fawcett, 2011).


Tingkat pencegahan sekunder menjadi indikator pencapaian kesehatan, fokusnya adalah melindungi struktur dasar klien. Melalui pencegahan sekunder, perawat memperkuat garis perlawanan untuk memberikan perawatan yang tepat terhadap gejala yang muncul, sehingga mencapai sistem kesehatan klien yang optimal atau stabil. Kegagalan struktur dasar dapat mengakibatkan kematian sebagai konsekuensi dari kurangnya dukungan terhadap intervensi (Newman dan Fawcett, 2011)


Pencegahan tersier, sebagai bentuk intervensi, digunakan untuk mempertahankan kesehatan, melindungi sistem pertahanan, atau memulihkan kesehatan klien setelah perawatan. Tujuan pencegahan tersier adalah menjaga kesehatan optimal melalui dukungan sistem dan penghematan energi. Intervensi ini dapat dimulai pada tahap pemulihan setelah tindakan perawatan atau ketika klien telah mencapai stabilitas. Keberhasilan tahap ini bergantung pada usaha klien untuk melibatkan diri dalam pencegahan lanjutan (Newman dan Fawcett, 2011).


Sumber: 

Lestari, l. & Ramadhaniyati, 2018. Falsafah dan Teori Keperawatan. In: Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)